HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI

Authors

  • Sri Wahyuni Politeknik Sandi Karsa
  • Asridawati Akib Politeknik Sandi Karsa
  • Rukina Politeknik Sandi Karsa
  • Rosmiaty Politeknik Sandi Karsa

Keywords:

Status Gizi, Ibu Hamil, Berat Badan Lahir Bayi

Abstract

Latarbelakang : Status gizi ibu hamil merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang dapat berdampak pada kesehatan bayi. Berat badan lahir bayi merupakan indikator penting untuk menilai kondisi kesehatan bayi saat lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi ibu hamil dengan berat badan lahir bayi di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari catatan rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi baik sebanyak 15 responden (60%), sedangkan status gizi kurang sebanyak 10 responden (40%). Sebagian besar bayi memiliki berat badan lahir normal sebanyak 17 bayi (68%), sedangkan bayi dengan berat badan lahir rendah sebanyak 8 bayi (32%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,021 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan antara status gizi ibu hamil dengan berat badan lahir bayi di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar. Status gizi ibu hamil memiliki hubungan dengan berat badan lahir bayi. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan sangat penting untuk mencegah terjadinya bayi dengan berat badan lahir rendah.

Kata kunci: status gizi, ibu hamil, berat badan lahir bayi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afrida, B. R. (2019). Hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah. Jurnal Kesehatan, 10(2), 85–92.

Almatsier, S. (2017). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Arikunto, S. (2017). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Bariyyah, K., & Srimiati, M. (2020). Hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah. Jurnal Nutrition College, 9(3), 210–216.

Herwati, Y., Prastika, D., & Martanti, L. (2021). Hubungan status gizi ibu hamil dengan berat badan lahir bayi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 112–118.

Lukita, R., & Suhardi. (2015). Hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah. Jurnal Kebidanan, 7(1), 45–50.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Proverawati, A., & Wati, E. K. (2016). Ilmu gizi untuk keperawatan dan gizi kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

World Health Organization. (2020). Low birth weight: Global nutrition targets 2025. Geneva: World Health Organization.

Zulfikar, M., Rahmawati, S., & Hasanuddin, A. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 14(1), 45–52.

Downloads

Published

2025-11-19

How to Cite

Wahyuni, S., Akib, A., Rukina, & Rosmiaty. (2025). HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI. Jurnal Ilmu Kesehatan Nusantara, 2(2), 126–133. Retrieved from https://jurnal.nasyahmedikacare.com/index.php/jiken/article/view/16

Issue

Section

Articles